Usia boleh tua, tapi semangat tetap muda. Begitulah kata orang yang melihat sosok pria tua dengan semangat mendatangi tempat pelatihan “kewirausahaan” yang dilaksanakan oleh koorwil kmpd kabupaten pidie. Pada dasarnya, pelatihan tersebut ditujukan untuk kelompok binaan koorwil kmpd pidie yang telah terbentuk, karena keinginan ataupun untuk menambah ilmu pengetahuan dia meminta kepada panitia pelaksana pelatihan agar diizinkan masuk bersama – sama dengan kelompok dampingan kmpd pidie mengikuti setiap sesi pelatihan.
Ada sepatah kata yang dipegang “tuntutlah ilmu dari ayunan sampai keliang kubur”. Itulah kata – kata ajimat yang selalu diingatnya sehingga mendorong dirinya untuk terus belajar, karena dengan belajar kita akan banyak tahu.
Dia merupakan sosok pria tua yang berpenampilan apa adanya, karena memang dia dari keluarga yang masih serba kekurangan dibidang ekonomi. Sehari – harinya bekerja keras dengan menghabiskan waktunya dikebun bercocok tanam untuk mencari nafkah yang halal demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Orang – orang seperti itu patut dihormati, semangatnya untuk bekerja keras dan ingin terus belajar merupakan hal yang telah langka diera sekarang ini, mungkin mereka kelihatan “kecil” dan serba kekurangan dimata sebagian orang akan tetapi merekalah yang sebenarnya orang “besar” itu yang patut diperhatikan oleh pejabat pemerintah.
Pejabat pemerintah diangkat untuk memperhatikan nasib mereka, bukan untuk minta dihormati dan merampas hak – hak mereka dengan melakukan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), akan tetapi untuk menjadi pelindung serta pendamping menuju kemakmuran dan kejayaan.
